Tentunya pasti merasakan pusing mendadak atau pandangan menjadi gelap ketika terburu mengangkat telepon, membuka pintu terburu-buru. Seketika berkedip dan bayangan-bayangan hitam menutupi seluruh padangan, dan kunang-kunang menjadi hilang. Mengapa beberapa orang bisa mendadak pusing ketika langsung berdiri ?

Penyebab kepala pusing mendadak setelah berdiri

Kepala terasa berkunang dan pusing setelah berdiri mendadak disebabkan oleh sebuah kondisi yang bernama hipotensi ortostatik (HO). Peningkatan denyut jantung ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi ketika Anda berubah posisi, misalnya dari duduk lama atau rebahan dan langsung berdiri cepat. Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah sensasi tubuh goyah dan jantung berdebar karena penurunan tekanan darah mendadak. Ketika perlahan bangun untuk berdiri, darah sedikit demi sedikit mengalir turun ke kaki, namun ketika terburu-buru gaya gravitasi bumi jadi menarik paksa sebagian aliran darah mengalir cepat menuju kaki dan menggenang di pembuluh darah bawah, begitu derasnya darah yang mengalir ke bawah, akibatnya otak mengalami kekurangan darah.

Otak langsung memaksa jantung untuk bekerja ekstra keras memompa banyak darah agar bisa disalurkan ke otak dan bagian tubuh lainya. Kerja jantung yang semakin keras akan meningkatkan denyut jantung. Pada saat yang bersamaan, juga memperketat pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Mekanisme ini sebenarnya bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah seperti semula. Tetapi, respon ganti rugi seperti ini kadang bisa muncul terlambat atau tidak bekerja sama sekali. Akibatnya, persediaan darah ke otak tetap jauh dari kata cukup. Sebenarnya untuk berfungsi optimal, otak membutuhkan asupan darah yang cukup. Sehingga memicu sensai pusing setelah berdiri mendadak dan keinginan yang lemas dan terasa ingin pingsan.

Selain itu, berdiri mendadak juga menyebabkan kebingunan, mual dan muntah atau pengelihatan kabur. Serangkaian ini bisa terjadi langsung seketika dan bertahan hingga beberapa menit setelah terburu-buru untuk berdiri.

Siapa yang rentan mengalami hal ini ?

Gejala ini sering dialami ketika cepat-cepat bangkit setelah berolahraga, mengosumsi alkhol, makan dalam porsi besar, mengalami dehidrasi ringan, memiliki tekanan darah rendah atau gula darah rendah, terlalu lama beraktivitas di bawah terik matahari, berendam di air panas atau bersauna. Orang tua juga rentan mengalami kondisi ini.

Apakah berbayaha jika mengalami hal ini ?

Kepala berkunang atau pusing setelah berdiri mendadak biasanya bukanlah suatu kondisi yang patut untuk dikhawatirkan, kata Christopher Gibbons, rekanan profesor neurologis di Harvard Medical School, dilansir dari Men’s Health. Namun nyatanya, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa sensasi pusing setelah berdiri mendadak bisa menandakan isu kesehatan yang lebih serius. Hipotensi ortostatik ditemukan berkaitan dengan banyak kondisi kesehatan utama, termasuk hipertensi, Parkinson, diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung.

Pusing setelah berdiri mendadak bisa di akibatkan stroke dan gagal jantung

Pada kebanyakan kasus, sensasi kepala berkunang setelah berdiri mendadak hanya terjadi sesekali. Kalau Anda sering sekali mengalaminya, Anda harus konsultasikan lebih lanjut pada dokter. Tekanan darah rendah mendadak setelah berdiri yang terjadi berulang kali dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Komplikasi ini meliputi :

  • Cedera Jatuh, kasus yang sangat jarang, kejang singkat akibat hilangnya kesadaran sementara.
  • Stroke, turunya tekanan darah ketika berganti posisi terlalu cepat dari duduk ke berdiri dapat menjadi faktor risiko karena pasokan darah yang minim ke otak.
  • Ganggungan Jantung, hipotensi ortostatik dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung dan sederet komplikasinya, seperti nyeri dada, masalah irama jantung atau gagal jantung.

Orang dengan hipotensi ortostatik (HO) memiliki peluang hampir dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang tidak memiliki HO. Risiko dapat meningkat lebih dari 1,5 kali jika Anda juga memiliki tekanan darah tinggi sebagai kondisi yang mendasarinya. Peningkatan risiko ini akan lebih kuat pada orang usia 45-55 tahun dibandingkan dengan mereka yang berusia 56-64 tahun.

Open chat
1
Hello, selamat datang di klinikgo. Ada yang bisa kami bantu
Powered by